DANA TUNAI CIKARANG MANDIRI

Pinjaman Uang Gadai Jaminan Sertifikat Rumah, Jaminan BPKB Motor dan Jaminan BPKB Mobil.

DANA TUNAI JAMINAN SERTIFIKAT RUMAH MELALUI CIKARANG MANDIRI

Pinjaman Uang Gadai Jaminan Sertifikat Rumah Bunga Rendah Melalui Dana Tunai Cikarang Mandiri.

DANA TUNAI JAMINAN BPKB MOTOR CIKARANG MANDIRI

Pinjaman Uang Gadai Jaminan BPKB Motor Syarat Mudah Melalui Dana Tunai Cikarang Mandiri.

DANA TUNAI JAMINAN BPKB MOBIL CIKARANG MANDIRI

Pinjaman Uang Gadai Jaminan BPKB Mobil Proses Cepat Melalui Dana Tunai Cikarang Mandiri.

Dana Tunai Cikarang Mandiri

Dana Tunai Cikarang Mandiri Melayani Pinjaman Uang Jaminan Sertifikat Rumah Bunga Rendah di Cikarang

Dana Tunai Jaminan Sertifikat Rumah Bekasi, Tambun,Cibitung dan Cikarang Pinjaman dengan proses sangat mudah jaminan sertifikat rumah...

Jumat, 27 Juli 2018

Syarat Ini Harus Kamu Penuhi Kalau Ingin Pinjaman Modal Usaha Disetujui

Syarat Ini Harus Kamu Penuhi Kalau Ingin Pinjaman Modal Usaha Disetujui
Punya usaha tapi kekurangan modal, berniat meminjam ke bank tapi ragu. Karena berkali-kali mengajukan pinjaman modal usaha tapi selalu ditolak. Coba cek barangkali kamu melewatkan syarat berikut :
Siapkan Dokumen Umum Namun Penting
Dokumen seperti identitas diri yang meliputi fotokopi KTP, KK, dua lembar foto 3×4, dan Surat Keterangan Usaha harus kamu miliki untuk proses pendaftaran. Jika kamu masih single, kamu perlu melampirkan surat keterangan belum menikah dari tempat tinggalmu dan mencantumkan fotokopi KTP orangtua kamu. Tapi jika kamu sudah menikah, cukup lampirkan fotokopi KTP pasanganmu saja.
Dokumen ini akan menjadi bahan untuk proses BI Checking, di mana kamu akan di check jejak perbankan yang pernah dimiliki. Jika kamu sukses melewati proses ini, kamu hanya perlu menunggu usahamu didatangi petugs bank untuk disurvei.
Tapi jika kamu gagal melewati proses ini berarti kamu pernah memiliki riwayat buruk misalnya memiliki kredit macet entah itu sering telat bayar tagihan kartu kredit atau cicilan properti, kendaraan, dll
Siapkan Dokumen Agunan
Setelah melewati proses BI Checking, proses selanjutnya adalah kamu perlu menyiapkan dokumen agunan yang menjadi jaminan untuk pinjaman modal usaha kamu. Dokumen agunan ini bisa berupa BPKB Kendaraan, Surat Kikitir Tanah atau Surat Sertifikat Tanah. Agunan ini biasanya disesuaikan dengan besarnya jumlah kredit yang diajukan.
Siapkan Dokumen Transaksi Usaha
Misalnya rekening koran, dan pastikan usaha yang kamu jalankan sudah berjalan minimal selama 6 bulan. Karena nanti petugas bank akan melakukan analisa risiko dan kemampuan kamu dalam membayar. Jika kamu lolos tahap ini, kamu tinggal menunggu ditelpon pihak bank untuk melakukan pencairan.
Siapkan Meterai untuk Akad Kredit
Setelah disetujui, kamu akan diminta melakukan akad kredit atau pencairan dana. Jadi kamu perlu menyiapkan minimal sepuluh lembar meterai 6000 untuk ditempelkan di Surat Pengakuan Utang.
Harap Diingat
Kamu juga perlu menyiapkan dana tunai secukupnya karena biasanya ada bank yang meminta biaya seperti biaya provisi, percetakan dan notaris. Namun itu tergantung seberapa besar jumlah pengajuan kredit usaha yang kamu terima. Namun beberapa bank biaya ini langsung dipotong dari jumlah pinjaman modal usaha.
Kalau kamu sudah siap mengajukan pinjaman modal usaha, segera ajukan pinjaman di BPR Kredit Mandiri Indonesia. Dengan nilai pinjaman yang tinggi hingga 70% dari nilai jaminan, suku bunga flat dan biaya yang kompetitif, proses yang lebih cepat dan syaratnya yang mudah plus terdaftar dan diawasi OJK.
Selama kamu memiliki profil risiko yang bagus, riwayat pinjaman yang bersih dari kredit macet, dan jumlah pinjaman berbanding lurus dengan nilai agunan yang dijaminkan, pihak bank akan menyetujui pengajuan jumlah pinjaman modal usaha kamu.
Share:

Skala prioritas keuangan yang Wajib Diketahui Pengusaha Pemula

Tips Mengatur Keuangan yang Wajib Diketahui Pengusaha Pemula
Bagaimana sih Tips Mengatur Keuangan Untuk Pengusaha Pemula?
Apapun bentuk usaha yang kamu geluti, sampingan atau full time, offline atau online wajib tahu tips mengatur keuangan berikut. Agar usaha kamu gak sekedar menjadi penghias CV atau riwayat hidupmu. Cek ulasannya di bawah ini :
Wajib Pisahkan Uang Usaha dan Uang Pribadi
Buat dua rekening agar uang usaha tidak tercampur dengan uang pribadi. Kamu tentunya perlu dong menggaji dirimu sendiri. Besar kecil gaji untuk pemilik usaha tergantung keuntungan usaha kamu. Dengan kamu memiliki dua rekening, kamu tidak perlu bingung jika ingin membelanjakan uang untuk urusan pribadi. Tahap pertama ini yang terkadang membuat pengusaha pemula cepat bangkrut karena tidak antisipasi di awal.
Buat Rencana Penggunaan Uang
Perencanaan ini digunakan untuk menghindari situasi kekurangan dana. Saat usaha anda sudah mulai mendatangkan keuntungan, penggunaan uang juga harus diperhitungkan walau hanya untuk pengeluaran atau dana operasional usaha. Harap diingat jangan pernah tergiur menghamburkan uang meski saldo kas berlebih yah.
Kalau kamu berencana belanja modal, pertimbangkan manfaatnya apakah hal tersebut mampu meningkatkan penjualan.
Miliki Buku Laporan Catatan Keuangan
Walau usaha kamu baru dimulai catatan keuangan penting dimiliki. Buatlah laporan catatan keluar masuk uang secara riil dari berbagai pos. Kamu akan tahu seberapa besar aset usaha yang dimiliki, besaran keuntungan yang didapat, dll. Minimal miliki catatan keuangan kas masuk dan kas keluar. Agar keuangan usaha dengan mudah terpantau dan tercatat rapi dan kamu juga bisa tahu perkembangan usaha yang kamu dirikan.
Mengelola Arus Kas
Sebaiknya dalam menjalankan usaha, jangan hanya berpusat pada keuntungan. Pengelolaan dan manajemen keuangan harus meliputi pengelolaan uang modal, utang, piutang, dan persediaan barang. Agar usaha berjalan lancar dan arus kas terus berputar tidak macet, kamu harus menekan sistem penjualan lebih keras. Miliki prinsip walau penjualan item produk keuntungan yang didapat sedikit, namun secara kuantitas lebih banyak. Sehingga arus kas mengalir lancar. Tanamkan prinsip untung sedikit namun penjualan produk lebih banyak dan tidak pernah sepi order.
Selalu Kontrol dan Cek Harta, Utang, dan Modal
Kamu tetap perlu lho melakukan pengecekan keuangan untuk tahu stok barang yang akan kamu jual kepada konsumen. Jangan lupa juga mengecek tagihan dari supplier dan piutang pembeli. Hal ini penting agar tidak ada tagihan macet atau pembayaran yang dobel.
Miliki Komitmen dan Disiplin
Jika kamu mengajukan pinjaman usaha miliki komitmen dan disiplin yang tinggi untuk tidak telat atau bahkan terkena denda pembayaran. Karena akan berakibat tidak baik untuk arus keuangan usaha kamu.
Kalau kamu membutuhkan pinjaman untuk usaha kamu cek lagi apakah dengan pinjaman tersebut akan mendatangkan keuntungan untuk usaha kamu kelak? Apakah usaha kamu benar-benar membutuhkan dana lebih untuk belanja modal? Jika semua jawaban iya, segera ajukan pinjaman usaha melalui BPR Kredit Mandiri.
Dengan nilai pinjaman yang tinggi hingga 70% dari nilai jaminan, suku bunga flat dan biaya yang kompetitif, proses yang lebih cepat dan syaratnya yang mudah plus terdaftar dan diawasi OJK.
Share:

Minggu, 01 April 2018

Mau Usaha Tapi Modal Terbatas? Coba Saja Ajukan Kredit Pinjaman Modal Usaha

Selain ide dan strategi bisnis, Anda pun harus mempersiapkan ketersediaan modal untuk memulai usaha. Sayang, tidak semua orang memiliki dana yang cukup untuk memulai usaha baru, hingga akhirnya mengajukan Pinjaman Modal Usaha pada bank kerap dijadikan solusi.
Memang tidak masalah mengajukan pinjaman modal untuk mulai berbisnis, bahkan kini banyak bank dan lembaga keuangan yang menyediakan jasa seperti ini dengan tawaran promosi yang menggiurkan, seperti tenor panjang, dan bunga rendah.

Tapi sebelum itu, ada beberapa hal yang harus diperhatikan untuk mengatamasi salah kekurangan modal dalam bisnis, diantaranya :

  1. Kembangkan Pola Pikir Ala Entrepreneur
Sebelum memutuskan mencari dana untuk modal usaha, hal pertama yang harus dikembangkan adalah, pola pikir seorang wirausahawan. Bagaimanapun juga, tanpa pola pikir ini Anda mungkin akan kesulitan untuk mengembangkan, bahkan untuk mengembalikan modal usaha yang sudah dipinjam.
Pola pikir ini berlaku bagi siapa saja, termasuk bagi seorang karyawan atau ibu rumah tangga yang ingin terjun ke dunia bisnis, atau buat Anda lulusan kuliah yang ingin langsung berwiraswasta. Bagi calon pegusaha, pola pikir ini merupakan modal awal terpenting selain ketersediaan modal.

Seperti apa sih pola pikir seorang entrepreneur itu?
Secara garis besar, sesemorang yang sudah memiliki pola pikir entrepreneur umumnya akan menghindari hal-hal negatif yang bisa menghambat langkah dalam berbisnis. Misalnya, merasa diri kurang pintar, mudah dipengaruhi orang lain, gampang menyerah, terlalu mudah puas dan lainnya.
 
  1. Miliki Rencana Bisnis
Selanjutnya, pastikan Anda sudah punya rencana bisnis yang matang. Pasalnya, rencana bisnis (baik jangka pendek, menengah dan jangka panjang), merupakan salah satu modal terpenting untuk membangun usaha.
Rencana bisnis sendiri berisi tentang analisis terkait langkah yang akan Anda ambil ketika memulai berbisnis, seperti strategi promosi, analisis pasar, pemilihan sumber daya manusia dan penempatannya, rencana pengembangan usaha jangka panjang dan persiapan risiko yang mungkin akan dihadapi.
Rencana bisnis ini sebaiknya dibuat secara mendetil, termasuk dalam mempersiapkan sumber Pinjaman Modal Usaha yang akan Anda ambil. Selain itu, rencana bisnis pun bisa digunakan sebagai persiapan penarik ketika Anda ingin mengajukan proposal pada investor atau mitra bisnis.

  1. Temukan Mitra Bisnis Yang Sejalan
Tidak hanya sebagai sumber sharing, rekan bisnis yang sejalan bisa Anda tempatkan dalam beberapa posisi, misalnya jadi pelanggan pertama dalam usaha Anda, menjadi supplier bahkan bisa juga masuk dalam daftar pemberi tambahan modal.
Tidak hanya itu, rekan bisnis yang sejalan pun bisa Anda manfaatkan sebagai sarana promosi untuk memperluas pasar. Misal, dengan memanfaatkan reputasi mitra bisnis untuk meyakinkan calon konsumen atau investor, dan lainnya.

  1. Mulailah Dari Usaha Sampingan
Jika Anda termasuk orang yang tidak ingin mengambil risiko, memulai bisnis bisa dijalankan lewat usaha sampingan. Misal, sambil bekerja Anda bisa membuka ritel online, membuka pesanan kue dan lainnya. Setelah bisnis mulai berjalan, baru Anda bisa menentukan untuk tetap dijadikan sampingan atau bisnis ini diolah jadi sesuatu yang lebih serius.
Nah, saat diputuskan untuk jadi sesuatu yang serius, jangan lupa untuk mempersiapkan rencana jangka jangka panjang, menengah dan jangka pendek. Dari sini, Anda pun bisa mulai memikirkan untuk memaksimalkan pelayanan dengan membuka kios atau ritel offline.
Untuk sumber dananya sendiri, Anda bisa memanfaatkan program Pinjaman Modal Usaha yang diberikan oleh bank atau lembaga keuangan tertentu. Selamat mencoba!
Share:

Total Tayangan Halaman

Diberdayakan oleh Blogger.